Posting di Awal Oktober

October 5th, 2008 by bunciz

Dua bulan lebih aku nggak menyentuh dunia internet dan hari ini sepulang dari gereja, aku sempetin mampir ke SimpulNet, tempat aku kerja dulu. Makan tekwan di depan warnet, abis itu baru deh ketemu ma temen-temen lama yang masih jaga di situ. Ketemu Bang Madison, Ayub, Hand sama Mis(op penggantiku) lalu hahahihi berkangen-kangen ria dan saling bermaaplahirbatinan. Then, I start for surfing in my lovely cyber world. Klik-klik di FS-ada banyak comment masuk, di Yahoomail-ada banyak surat masuk, di YM-ada banyak pesan masuk, di Blogs-kagak ada banyak kesandanpesan masuk, kwkwkwkw.

Kemaren pas lebaran kedua semped keluar kota, ke kecamatan Dendang, sekitar 130an km dari kota Jambi. Aku ke rumah om-ku. Sepanjang perjalanan mulai dari gerbang awal kabupaten, kanan kiri yang kulihat hanya rumah-rumah panggung di pinggir sungai Batanghari, lalu kebun-kebun karet dan sawit, ada juga beberapa sampan, dan yang terakhir saudara jauh nenek moyang kita ala Darwin, hehehe alias monkey bergelantungan di pepohonan pinggir hutan, bahkan ada juga yang kemaren sempet nyebrang jalan dengan tiba-tiba sampe lelakiku kudu mengerem kendaraan dengan kaget. Dasar!

Capek juga melewati jalan-jalan yang hampir lengang. 2,5 jam perjalanan ditemani lagu-lagu di trackID. Tapi seneng banged, soalnya 1,5 taon di Jambi baru kali ini bisa keluar kota sambil melepas penat segala aktivitas rutin di rumah.

Tadi rencananya mo aku upload pic yang ada di hape, tapi siyal aku lupa bawa kabel data, eh pinjem card reader ma temen ternyata kok ga cocok ma memory SD hape-ku. Ya wes besok lge aja kapan-kapan klo bisa mampir warnet. Iya tow?

 

Bookmark and Share

Writing is not easy (perhaps), right?

July 31st, 2008 by bunciz

Seperti gang buntu, yang hanya mentok tidak bisa ke kiri atau ke kanan, tidak bisa terus, yang ada hanya akhirnya mundur dengan teratur. Seperti itulah otakWriting_1  saya saat ini. Ntah apa yang memenuhinya sehingga sedari tadi pun hanya bengong melototin monitor computer di depan saya. Memandangi OpenOfficeWriter berpenampilan kertas kosong A4. Mau menuangkan suatu pikiran diatasnya tentang sesuatu, tapi ternyata tak bisa. Padahal sudah saya baca-baca beberapa halaman berita online, padahal sudah saya pikir-pikir beberapa kejadian di sekitar saya kemarin, padahal sudah saya reka-reka beberapa kata untuk mewujudkannya, tapi ternyata tetap tak bisa.

Menulis - maksudnya mengetik - itu tidak gampang ya, apalagi bila otak sudah seperti gang buntu, tak ada sesuatu pun bisa tertuangkan. Malah sekarang saya sudah seperti orang bego yang ndomblong membiarkan kedua bibir menganga terbuka, memperlihatkan sebagian gigi saya yang tidak rata dan ujung lidah yang sedikit keluar diantara gigi. Jelek sekali saya. Tidak ada bagus-bagusnya. Untung saja air liur saya tidak ikut keluar menetes dengan suksesnya.

Hari ini saya off alias mendapat jatah libur kerja. Besok saya sudah tidak lagi di sini dengan bebas menikmati fasilitas dunia tanpa batas bernama internet. Rasanya ingin saya nikmati sampai nanti sore, sampai nanti malam, atau sampai esok pagi. Tapi tentu saja waktu saya terbatas tidak seleluasa dunia tanpa batas yang bernama internet itu. Tadi saya habis test tertulis di Ohio, lembaga bahasa yang katanya menerima lowongan pengajar itu. Kata mereka mungkin hari ini saya akan dihubungi via telepon bila saya di terima bekerja. Ntah kalau tidak. Spekulasi! Nanti rencananya saya mau belanja bulanan bersama lelaki saya tercinta. Uh, senangnya saya bila ditemani dia belanja. Ternyata tidak semua lelaki tidak senang menemani perempuannya ke supermarket. Hehehe. Saya jadi tambah sayang - set malu-malu mode:ON - lelaki saya.

Enaknya sebelum belanja nanti, mungkin mampir dulu ke Mr. Jenggot berbaju merah garis-garis itu ya. Makan nasi plus ayam goreng renyah plus cola yang menggelitik di tenggorokan. Hmm.. air liur saya jadi menetes beneran, membayangkan nikmatnya panganan itu. Harus siap-siap sedia ember 10 biji nih. Cacing di perut saya pun sudah menggeliat menantikan subsidi lemak.

Ah, hanya itu yang bisa saya tulis – maksudnya ketik – di sini. Saya pamit dulu ya. Kapan-kapan kita bersua kembali, bila tidak ada aral melintang, bila juga kantong pundi-pundi saya terisi penuh. Jangan merindukan saya, rindukan saja bulan di atas sana, di kala malam temaram bersama kelip bintang yang setia menemani. Permisi. Yuk mari..

Bookmark and Share

Bait Malam

July 23rd, 2008 by bunciz

Pray

Have a nice dream ya..

Met bobo, met istirahat. Besok bangun ngerjain aktivitas lagi kek biasa. Mungkin bosan, tapi mo gimana lagi. Moga keadaan semakin hari semakin membaik. Katanya Tuhan itu nggak tidur. Tuhan itu memberikan apa yang kita butuhkan, karena Tuhan tidak selalu memberikan apa yang kita pinta. Aku butuh pekerjaan mapan, aku butuh kedamaian dalam keluarga. Seperti dulu lagi. Tuhan, menurutMu sekarang ini aku sedang meminta atau membutuhkan? Akankah Kau berikan? Paling tidak Kau dengarkan?

Ah, aku ngantuk. Terserah Tuhan saja. Semoga yang terbaik buat semua. Amen.

Bookmark and Share

Menghitung Hari

July 22nd, 2008 by bunciz

Hitung

Sebentar lagi saya sudah tidak bekerja lagi di sini, Simpul net yang merupakan salah satu cabang warnet e-jambi.net. Biar saya hitung kira-kira saya berapa bulan sudah menghabiskan waktu di sini. Saya masuk tanggal 20 Desember 2008 lalu saya hendak mengundurkan diri per tanggal 1 Agustus 2008. Hmmm sekitar 7 bulan lebih sedikit. Lumayan lah lebih lama 1 bulan dibanding ketika saya bekerja di sebuah perusahaan asing garment milik hongkong di semarang dulu.

Saya sudah bekerja di 4 tempat berbeda. Pertama kali bekerja dan merasakan susahnya mencari uang dengan hasil keringat sendiri, yaitu di Citramedia Internet Cafe Semarang. Disitulah saya mendapatkan gemblengan bagaimana menghadapi berbagai macam karakter manusia yang berbeda setiap harinya, secara saya bekerja dalam team yang merupakan teman sekaligus keluarga kedua saya dan bertemu user-user dari tipikal yang ramah, cerewet, sampai yang aneh.

Sebelum saya diwisuda saya diterima bekerja di perusahaan garment tersebut diatas. Disini saya harus berhadapan dengan lebih banyak lagi ragam manusia. Big boss yang super duper galak, teman kantor yang gila pujian dan hobi menjilat, eit bukan menjilat ice-cream lho, tapi menjilat boss yang tentu saja dalam hal ini bukan secara harafiah, bawahan yang susah untuk diatur, tetapi ada juga malaikat-malaikat disana yang membuat saya paling tidak jadi bisa bertahan barang beberapa bulan.

Entah karena saya bekerja under-pressure sehingga membuat saya harus bolak-balik ke dokter setiap bulannya disebabkan capek dan stress berkepanjangan, atau karena lelaki saya sedang dilanda habis masa kontrak kerja, atau karena ibu saya yang ingin dekat dengan saya secara fisik, saya pun nekat untuk hijrah ke kota kelahiran saya, Jambi. Saya ingin mengadu nasib di kota sendiri.

Di Jambi saya sempat jobless beberapa bulan sebelum bekerja sebagai stock administration di sebuah gudang furniture. Mungkin andai saya boss saya tidak punya hutang di kanan kiri, saya masih bertahan disana. Kemudian saya menghabiskan waktu dirumah sekitar 2 bulan, dan akhirnya diterima bekerja disini, Simpul net, dengan mengandalkan ijazah SMA saya. Hiqz sungguh menyedihkan ijazah S1 saya tidak laku-laku juga. Apa perlu saya obral SALE 70% OFF LIMITED EDITION?

Rencana semula sambil menunggu ada bola datang menjemput saya, tetapi ternyata tidak ada kemajuan disini yang saya rasakan. Saya ambil keputusan nekat lagi, saya tidak takut untuk take the risk, saya sudah mantap untuk resign dari sini. Saya mau menjemput bola untuk datang pada saya.

Lalu ada beberapa planning yang hendak saya kerjakan sekeluarnya saya di awal bulan depan. Untuk planning ini tidak perlu saya jelaskan ya. Tinggal menunggu dan menghitung hari saja. Bulan depan saya sudah tidak bisa leluasa berselancar di dunia maya ini. Mungkin nanti kalau saya sudah bisa menabung dan membeli laptop impian saya dan memasang internet sendiri di rumah. Atau kalau saya sudah tidak tahan menumpuk kangen saya, saya akan memakai jasa warnet saja.

Wah, postingan saya kok seperti curriculum vitae ya? Hehehe… Saya akan merindukan kalian teman-teman..

Bookmark and Share

Sambil Jaga Sambil Baca (Part 2)

July 1st, 2008 by bunciz

Sekarang, kembali ke topik awal yaitu browsing. Diantara beberapa situs .co.id yang saya sering kunjungi adalah kompas, karena ternyata banyak informasi yang bisa saya dapat disitu. Mulai dari rubrik berita , kesehatan, perempuan, properti, travel, olahraga, sampai infotainment. Meskipun hanya satu situs itu yang saya buka, sampai berakhirnya jam kerja pun pernah bisa saya baca dengan tuntas. Soalnya setiap beberapa jam selalu saja ada artikel baru yang masuk. Awalnya saya tidak terlalu suka membaca, apalagi yang namanya membaca koran, hanya saya bolak-balik dan melihatnya sekilas. Lain halnya dengan portal kompas.com (alamat yang sebenarnya http://www.kompas.com tetapi bisa dibuka dengan akhiran .co.id untuk sebagian rubriknya), saya tidak berasa sedang membaca koran mungkin dikarenakan itu koran cyber jadi saya tidak perlu repot membolak-balik halaman dan mencari sambungan berita yang terputus di awal halaman ke halaman berikutnya.

Dari sekian banyak rubrik yang tersedia, rubrik favorit saya adalah rubrik perempuan, properti dan travel. Untuk rubrik terakhir yang menjadi sarapan kedua saya tiap pagi setelah rutinitas di awal kerja membersihkan warnet, adalah kolom petualang ‘berkelana ke negeri-negeri stan’. Dulu ketika di awal artikel itu dimuat di kompas.com, saya pikir itu adalah cerbung karena tiap senin sampai jumat artikel itu selalu hadir dengan judul yang selalu memakai angka di belakangnya, ‘berkelana ke negeri-negeri stan 1′ lalu ‘berkelana ke negeri-negeri stan 2′ dan ‘berkelana ke negeri-negeri stan 3′, begitu seterusnya. Saya tidak tertarik untuk membacanya, tapi karena ada foto-foto yang menyertainya saya pun mengintip dan membaca lebih lanjut. Ternyata bukan cerbung seperti yang saya kira, melainkan cerita perjalanan panjang seorang backpacker bernama Agustinus Wibowo di negara Asia tengah yang berakhiran stan. Afganistan, Kazakhstan, Tajikistan, Uzbekistan, Turkmenistan, dll. Kisah yang dimuat disitu sudah terjadi 2 tahun yang lalu. Tapi tetap saja menarik untuk diikuti, mungkin dari gaya bahasa yang dia pakai, mungkin juga dari pengalaman pribadinya yang menyentuh, atau mungkin bisa dari tempat-tempat yang dia kunjungi yang jarang terekspos dunia luar. Di awal-awal ketertarikan saya akan artikel itu, saya membacanya sedikit ngebut karena episodenya sudah sampai 30an. Sambil jaga warnet sambil baca, dalam waktu 3 hari pun sudah kelar dan saya bisa mengikuti episode yang terbaru tiap harinya. Sesekali saya pun ikut menyumbangkan comment disitu. Banyak kebijakan diajarkan oleh alam yang didapat oleh Agus (panggilan sang backpacker) selama dia berkelana di negeri antah berantah itu.

Hal yang menggembirakan, sekarang kompas menyediakan ruang khusus untuk fans setia Agus di forum kompas, jadi para penggemarnya bisa berhubungan langsung dengan Agus walaupun terpisahkan jarak dan waktu. Bagi yang mau melihat situs pribadi Agus bisa langsung klik ke http://www.avgustin.net . Pernah saya berbagi pengalaman ini dengan teman lama saya di jogja yang sekarang bekerja sebagai wartawan di satu koran lokal Riau, dan dia menanyakan pendapat teman satu kantornya, kata temannya teman saya itu kisah Agus biasa saja. Jelas dia bilang biasa saja, lha wong dia hanya tertarik hal-hal yang berbau politik. Kisah ini memang bisa dimaknai indah oleh orang-orang yang suka dengan alam, sesuatu yang baru, budaya, seni, dan hal-hal seperti itu. Satu lagi yang saya kagumi dari Agus, dia bisa menguasai berbagai macam bahasa, terutama bahasa-bahasa di Asia Tengah. Mungkin apabila nanti dia sampai Eropa atau Afrika pun, dia akan mempelajari secara otodidak bahasa negeri yang akan dia kunjungi di benua sana.

Kapan ya, saya juga bisa berbuat sesuatu yang sangat berarti buat hidup saya dan orang lain? Wah, pembicaraan saya jadi sampai melebar kemana-mana. Sudah dulu ya, badan saya sudah sedikit kaku untuk duduk manis di depan monitor. Saya mau berjalan-jalan dulu dari bilik ke bilik sembari mengecek user tercinta.

Bookmark and Share

Sambil Jaga Sambil Baca (Part 1)

July 1st, 2008 by bunciz

Pekerjaan sebagai operator warnet ketika user belum datang, jumlah user masih sedikit, tidak ada user yang membutuhkan bantuan operator dan tidak ada hal yang perlu dilakukan, bisa menjadi satu pekerjaan yang membosankan. Browsing adalah salah satu cara untuk mengusir kebosanan itu. Bekerja di warnet tentu tiap detik waktu jam kerja berhubungan dengan internet, dunia tanpa batas yang bisa dijelajahi hanya dengan bermodal komputer dan koneksi, hanya dengan duduk manis mengandalkan tangan dan mata yang bergerak. Tapi apa jadinya seandainya dunia tanpa batas itupun akhirnya dibatasi. Dibatasi dengan pemblokiran alamat situs internet yang dituju, yang kebanyakan selalu berakhiran .com (baca: dot kom), dan hanya alamat situs yang berakhiran .co.id (baca: dot ko dot ai di) yang bisa dibuka. Kebijaksaan seperti itu berlaku di warnet tempat saya bekerja saat ini.

Sungguh tersiksa rasanya, padahal banyak tempat maya yang ingin saya kunjungi sembari menghabiskan waktu di saat-saat jenuh tak ada kerjaan. Alhasil saya hanya bisa membuka situs-situs tertentu seperti http://www.kompas.co.id , http://www.halohalo.co.id , http://www.xl.co.id , atau http://www.antara.co.id saja. Sebenarnya ada dua situs berakhiran .com yang masih bisa dibuka yaitu http://www.google.com dan http://www.yahoo.com , itu pun masih dengan catatan hanya bagian home nya saja. Untungnya khusus buat yahoo bisa dibuka sampai ke bagian email, jadi saya tidak terlalu terisolir untuk berhubungan dengan teman-teman saya diluar sana melalui dunia tidak nyata itu. Saya pun masih bisa bersyukur sang yahoo menyediakan content yahoo messenger yang bisa diakses lewat email dan website. Chatting alias ngobrol ngalor – ngidul dengan teman-teman yang sudah saya add di friends-list pun terwujud walaupun terkadang masih disconnected dengan tiba-tiba tanpa saya sadari. Untuk yang satu ini hanya sebagai aktifitas senang-senang saja atau bahasa gaulnya just for having fun.

Bookmark and Share

nggak tau judulnya

April 12th, 2008 by bunciz

pernah ada rasa cinta antara kita
kini tinggal kenangan
ingin kulupakan semua tentang dirimu
namun tak lagi kan seperti dirimu, oh bintangku..
jauh kau pergi meninggalkan diriku
disini aku merindukan dirimu
kini kucoba mencari penggantimu
namun tak lagi kan seperti dirimu, oh kekasih..

**************************************************************

di luar hujan. mau pulang nggak bisa. disini saja. sambil mendengarkan lagu ini. ntah punya siapa. tidak terkenal. pertama kali aku dengar dari temenku. hmm, seperti latihan nyanyi biasa. tapi liriknya.. dentingan gitar akustiknya.. aku dengar banyak yang suka. yang paling istimewa mungkin cerita gosip di balik lagu ini. katanya yang nyanyi udah mati. katanya yang dengerin bisa dihantuin. alaah! moso siiiy? whatever lah. lumayan terdengar enak di telinga sembari menikmati rintik hujan di luar sana. ah, kenapa jadi sentimentil gini? lagi lagi perasaan ini menyiksaku..

Bookmark and Share

Manfaat Ciuman :-*

February 28th, 2008 by bunciz

Berciuman ternyata tak hanya merupakan pertanda cinta antara dua sejoli yang dimabuk asmara, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan orang yang melakukannya. Tak percaya?

Menurut Dokter Gigi dari American Dental Association Matthew Messina, DDS, air liur yang timbul secara berlebihan sebagai efek berciuman, dapat membantu mencuci gigi dari bakteria dan mencegah timbulnya plak.

Sedangkan menurut Bryant Stamford, Ph.D., direktur pusat promosi kesehatan Universitas Louisville, ciuman juga dapat membakar kalori. "Saat berciuman, Anda akan membakar banyak kalori, bahkan lebih banyak dibanding rata-rata metabolisme normal tubuh."

Beberapa ahli lainnya juga sependapat, apalagi ciuman dapat menjadi sarana olah raga bagi otot-otot muka.

Keuntungan lainnya, ciuman mampu mengurangi stress, seperti yang diungkapkan psikolog Joy Davidson, Ph.D., ciuman dapat bermanfaat seperti meditasi sensual. "Ciuman akan menghentikan kekacauan dalam pikiran, meningkatkan rasa nyaman dan mempertinggi rasa percaya diri."

Dalam suatu hubungan, ciuman merupakan salah satu sarana investigatif. "Dengan berciuman, berarti Anda telah mempercayai pasangan, sekaligus merupakan proses pengenalan - sentuhan, merasakan dan memperhatikan ekspresi wajah pasangan dan menelusuri lebih jauh dari tanggapan pasangan," ujar Helen Fisher, professor antropologi di Universitas Rutger dan pengarang buku The Sex Contract and Anatomy of Love.

Fisher menerangkan, ciuman dapat meningkatkan sistem ketahanan tubuh. "Saat berciuman, kuman dan baksil akan saling bertukar, sehingga sistem kekebalan tubuh meningkat."

Faktanya, ciuman akan berlanjut dengan sentuhan dan pijatan yang akan melepaskan oksitosin, yaitu semacam hormon yang mampu memberi efek tenang pada tubuh.

Sama halnya dengan oksitosin yang dilepaskan saat bayi mengisap susu dari payudara ibunya, yang menimbulkan ikatan emosional yang kuat antara bayi dengan ibunya. 

* contekan dari http://www.halohalo.co.id

hmmm ndak iya tow thinking hehe kiss mwaaach ah batting eyelashes yuuk mari! peace sign

Bookmark and Share

…………….

February 15th, 2008 by bunciz

menikmati diammu
menikmati sepiku
…………………….

Sepi_1

Bookmark and Share

.. HappY VaLenTinE, BaBe …

February 14th, 2008 by bunciz

aku mencarimu di kala keping puing hatiku,di kala tetes perih darahku,di kala detak rapuh jantungku,di kala helai sunyi jiwaku,di kala redup jingga senjaku,di kala gelap biru malamku

dan

aku menemukanmu di kala pun keping puing hatimu,di kala pun tetes perih darahmu,di kala pun detak rapuh jantungmu,di kala pun helai sunyi jiwamu,di kala pun redup jingga senjamu,di kala pun gelap biru malammu

lalu

kita bersama di setiap satu keping hati,di setiap satu tetes darah,di setiap satu detak jantung,di setiap satu helai jiwa,di setiap satu redup senja,di setiap satu gelap malam

dan

kita masih selalu bersama,di setiap terik panas,di setiap dingin angin,di setiap pedih luka,di setiap renyah tawa,di setiap hangat peluk,di setiap detik waktu,di setiap hari yang kupunya,di setiap warna cintaku juga cintamu

Love_4a million thanks for you
for every single thing you have ever done
for every single beat you have ever prayed
for still keeping me within happiness even sadness
for still loving me with all the way i am
happy valentine day, my lovely honeybaby..

Bookmark and Share